MGMP dan Arah Pengembangan Pembelajaran

(Penulis : FX. Sriwidodo Ananto)
Pendahuluan

Qua Vadis ( ke mana arah ), pengembangan pembelajaran kita ! “Pertanyaan” itu pantas kita munculkan mengingat lembaga pendidikan dewasa ini dihadapkan pada suatu pembaharuan pendidikan ( pembelajaran ) di bumi nusantara ini. Seiring dengan kehadiran Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ) telah mendorong para guru untuk mengubah pola praktek pembelajaran yang selama ini dilakukan tanpa terkecuali Yayasan Bunda Hati Kudus (YBHK) dimana kita mengabdikan diri. Meskipun diakui hampir 1-2 tahun penerapan KBK telah berjalan namun masih banyak kebingungan menimpa para guru mulai dari jenjang TK-SMA berkaitan dengan pemahaman menyeluruh terhadap perubahan pola pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Ke dua hal tersebut yang masih menjadi kendala di lapangan. Berangkat dari persoalan tersebut perlu diupayakan solusi yang tepat bagi arah pengembangan pembelajaran ke depan.

Pembaharuan MGMP
Untuk pengembangan pembelajaran salah satu upaya alternatif perubahan melalui pembaharuan MGMP. Mengingat selama ini pelaksanaan MGMP hanya terkesan “Datang, Duduk, Dengar dan Tulis target nilai atau ketuntasan belajar”. Akibatnya kurang maksimal dalam pelayanan KBK di sekolah. Idealnya MGMP dijadikan Pusat Pengembangan Pembelajaran Guru ( P3G ) sebagai tempat berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam mensikapi pendidikan yang semakin berkembang dan mengalami kemajuan serta tuntutan perubahan dalam pengelolaannya. Oleh karenanya pola MGMP ditingkat Yayasan semestinya merupakan kelanjutan dari Kelompok Kegiatan Guru ( KKG ) yang ada disetiap persekolahan dari jenjang TK-SMA. Merekalah yang tahu persis situasi dan kondisi real dilapangan dalam pembelajaran di kelas.
Berikut ini disajikan tahapan pola baru pengembangan pembelajaran guru sebagai berikut :

  1. KKG jenjang dan antar jenjang se-Unit lokasi kerja sudah saatnya dikembangkan dan dibentuk. Pada tahap ini banyak hal yang dapat digali dan dirumuskan terhadap persoalan-persoalan atau pokok-pokok masalah dalam pendidikan di sekolah seperti memadukan materi atau bahan pembelajaran kelas yang terpadu setiap jenjang, mengevaluasi bersama program perencanaan, pengelolaan, penilaian pembelajaran penyediaan pengalaman belajar, lintas kurikulum dan sumber belajar.
  2. MGMP Yayasan merupakan cara memadukan dan mengatasi persoalan-persoalan yang ada dan tidak dapat dipecahkan di tingkat KKG. Disamping mencari terobosan-terobosan baru dalam pengembangan pembelajaran terkini lewat program-program kerja yang dibuat di tingkat MGMP Yayasan dalam bentuk Up Grade atau penyegaran pelatihan-pelatihan pengembangan pembelajaran guru yang efektif atau sejenisnya. Oleh karenanya perlu koordinasi yang sinergi antar para guru dan biro yang terkait. Maka dalam MGMP harus ada Koordinator bidang studi yang ditunjuk demi memudahkan dalam pengaturan pengembangan selanjutnya.

Tahapan pola tersebut dapat pula dijadikan model management pembelajaran guru agar mampu terbiasa mengatur, melakukan dan menangani setiap persoalan dalam tugas kesehariannya baik di sekolah ( kelas ) ataupun di rumah. Di sekolah : “bagaimana guru dapat memberikan yang terbaik bagi murid-murid mereka “. Di rumah : “Bagaimana Orang Tua dapat menangani Masaslah-masalah Belajar anak mereka “. Tentu itu akan dapat dilaksanakan seandainya masing-masing guru mau membuka diri selebar-lebarnya akan informasi dari manapun dan pengalaman belajar orang lain dalam menerapkan cara pembelajaran efektif. Berikut disajikan ciri-ciri guru yang efektif menurut Dr. H. Larry Winecoff ( 1989 ) dalam bukunya “Curriculum Development and Instructional Planning “ :

  1. Memiliki proses belajar dan mengajar tepat pada waktunya
  2. Tetap pada tujuan ( TIK ) atau ( KD ) dan menggunakan sebagian besar waktu untuk mengajar
  3. Memulai pelajaran dengan sedikit mengulang kembali pelajaran yang sebelumnya
  4. Menjelaskan tujuan dan sasaran pada tiap bab awal sebelum pelajaran dimulai
  5. Memberikan secara garis besar isi bab tersebut
  6. Memberi kesempatan praktik untuk semua siswa
  7. Mendampingi siswa selagi praktik
  8. Melemparkan banyak pertanyaan-pertanyaan kepada semua murid sebagai cara menguji sejauh mana mereka benar-benar mengerti
  9. Mengajar ulang topik yang sama bila diperlukan oleh murid
  10. Memantau perkembangan intelektualitas murid, membuka diri terhadap kritik dan mampu memperbaiki diri setelah ada masukan
  11. Pada setiap akhir mingguan diadakan ulangan umum
  12. Evaluasinya berpedoman pada TIK atau KD

Tahapan pola tersebut dapat pula dijadikan model management pembelajaran guru agar mampu terbiasa mengatur, melakukan dan menangani setiap persoalan dalam tugas kesehariannya baik di sekolah ( kelas ) ataupun di rumah. Di sekolah : “bagaimana guru dapat memberikan yang terbaik bagi murid-murid mereka “. Di rumah : “Bagaimana Orang Tua dapat menangani Masaslah-masalah Belajar anak mereka “. Tentu itu akan dapat dilaksanakan seandainya masing-masing guru mau membuka diri selebar-lebarnya akan informasi dari manapun dan pengalaman belajar orang lain dalam menerapkan cara pembelajaran efektif. Berikut disajikan ciri-ciri guru yang efektif menurut Dr. H. Larry Winecoff (1989) dalam bukunya “Curriculum Development and Instructional Planning “ :

Di samping petunjuk teknis dalam langkah pembelajaran efektif tersebut, berikut ditampilkan pula Salah satu fungsi utama dalam mengajar ialah membantu para murid untuk mempraktikan apa yang telah dipelajari. Guru sebagai instruktur mengarahkan, mendorong dalam situasi apapun dan memberi kritik apapun demi perkembangan para murid. Pada umumnya guru dapat membimbing secara individu atau dalam bentuk kelompok-kelompok kecil dalam proses belajar mengajar. Tugas guru sebagai instruktur menurut Dr. H. Larry Winecoff ( 1989 ), antara lain :

 

PENUTUP
Pada akhirnya rencana pembelajaran merupakan sebuah skema yang lengkap harus dilakukan oleh para murid dalam kegiatan belajar tertentu, bahan-bahan atau buku-buku sumber, alat peraga, prosedur dalam evaluasi harian atau mingguan yang berhubungan dengan satu topik atau sub topik, keefektifan guru mengajar yang dilengkapi dengan alat-alat perencanaan yang dapat menjadi praktik pembelajaran yang baik dan kesiapan murid untuk belajar pada mata pelajaran tertentu. Berikut ini di contohkan bagan Pola Pembaharuan MGMP Yayasan Pendidikan Bunda Hati Kudus.
Bagan Alur Management Pengembangan Pembelajaran Guru YBHK

  • Artikel: